Manajemen Dan Perkembangannya

Manajemen Dan Perkembangannya

A. MANAJEMEN SEBAGAI KELOMPOK ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

 

Ilmu pengetahuan pada dasarnya dibagi atas dua golongan, yaitu Ilmu Pengetahuan Alam / Eksakta dan Ilmu Pengetahuan Sosial.

Ilmu Pengetahuan Alam / Eksakta terdiri dari beberapa cabang ilmu pengetahuan, misalnya : Ilmu Alam, Ilmu Biologi, Ilmu Ukur, dan lain-lain.

Ilmu Pengetahuan Sosial juga terdiri dari beberapa cabang ilmu pengetahuan, misalnya : ilmu ekonomi, ilmu hukum, ilmu sosiologi, ilmu sejarah, ilmu antropologi, ilmu manajemen, dan lain-lain.

 

Perbedaan yang hakiki dari kedua golongan ilmu pengetahuan ini, terletak pada :

Ilmu Alam / Eksakta ; dapat dipertimbangkan secara pasti terhadap kejadian-kejadian yang akan datang. Misalnya :Apabila suatu benda yang berat jenisnya lebih besar dari berat jenis air, ke dalam air, pasti akan tenggelam. Sebaliknya apabila suatu benda yang berat jenisnya lebih kecil dari berat jenis air, pasti akan terapung.

Ilmu Pengetahuan Sosial ; walaupun dapat memperhitungkan / meramal kejadian yang akan datang, kepastiannnya tidak dapat ditentukan, bahkan mungkin terjadi hal sebaliknya. Misalnya : bila permintaan terhadap suatu barang bertamba besar, sedang penawaran tetap, menurut perhitungan harga akan naik, hal ini baru merupakan asumsi, karena ada kemungkinan harga akan tetap.

 

Dengan menyimak pembagian kedua kelompok Ilmu Pengetahuan tersebut, maka jelaslah bahwa Ilmu Manajemen termasuk kelompok ilmu pengetahuan sosial.

 

Manajemen adalah bidang yang sangat penting untuk dipelajari dan dikembangkan, karena :

  1. Tidak ada perusahaan yang dapat berhasil baik tanpa menerapkan manajemen secara baik.
  2. Manajemen menetapkan tujuan, usaha untuk mencapai tujuan, serta memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan effisien.
  3. Manajemen mengakibatkan pencapaian tujuan / hasil secara teratur.
  4. Manajemen perlu untuk kemajuan dan pertumbuhan.
  5. Manajemen merupalan sutu pedoman pikiran dan tindakan.

 

Manajemen terdapat dalam semua kegiatan manusia baik dalam rumah tangga, sekolah, pemerintahan, perusahaan, dan sebagainya. Tanpa mengesampingkan peranan ilmu pengetahuan lainnya, penulis berpendapat bahwa manajemen merupakan ilmu pengetahuan sosial yang terpenting, baik dilihat dari sudut agama, hak asasi manusia maupun dari sudut kerja sama, karena manajemen mengharuskan kerja sama yang baik, adanya saling pengertian dan hormat menghormati antara pimpinan dan bawahan demi mencapai sasaran dengan efektif dan efisien.

 

B. PERKEMBANGAN MANAJEMEN

 

Manajemen sebetulnya sudah ada sejak berabad-abad yang lalu, artinya sejak adanya pembagian kerja dan adanya tujuan bersama diantara sekelompok orang yang tergabung dalam suatu iktan formal. Kerja sama, pembagian tugas, tanggung jawab dan adanya tujuan yang sama ini sudah ada sejak ada pemimpin/pengatur dan ada bawahan/yang diatur untuk mencapai suatu tujuan bersama, walaupun masalahnya masih sangat sederhana.

 

Dari pemahaman tersebut, maka dapatlah kita lihat dengan jelas, bahwa Dasar Manajemen, adalah :

  1. Adanya kerja sama antara sekelompok orang dalam ikatan formal.
  2. Adanya tujuan bersama serta kepentingan yang sama yang akan dicapai.
  3. Adanya pembagian kerja, tugas dan tanggung jawab yang teratur.
  4. Adanya hubungan formal dan ikatan tata tertib yang baik.
  5. Adanya sekelompok orang dan pekerjaan yang akan dilakukan.
  6. Adanya Human Organization.

 

Pada waktu itu manajemen belum merupakan suatu ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri, masalah manajemen masih tergabung dalam sosiologi, hukum, filsafat, dan lain-lain.

 

Perhatian terhadap manajemen mulai berkembang di dorong oleh hal-hal berikut :

  1. Terjadi pemisahan antara rumah tangga konsumen (RTK) dan rumah tangga produksi (RTP) dan berkembangnya ekonomi tertutup menjadi ekonomi terbuka. Dalam hal ini orang tidak lagi memproduksi semua barang kebutuhannya, tetapi sudah spesialisasi dalam produksi, sehingga terjadilah tukar menukar barang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
  2. Sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya semakin bertambah. Akibatnya terjadilah persaingan di antara RTP untuk mendapatkannya.
  3. Timbul persaingan yang tajam di antara RTP. RTP dituntut untuk bekerja secara efisien dan hal ini menimbulkan pengakuan bahwa efisiensi hanya dapat dicapai apabila sistem kerja diperbaiki serta ada hubungan / kerja sama yang baik antara pimpinan / manajer dengan para buruh.
  4. Timbulnya serikat-serikat buruh yang menuntut adanya perbaikan - perbaikan jaminan sosial, jaminan keselamatan kerja, perpendekan jam kerja serta penolakan kerja paksa.
  5. Adanya kemajuan teknik yang cepat mengakibatkan revolusi industri.

 

C. PERINTIS ILMU MANAJEMEN

 

Para perintis ilmu manajemen adalah orang-orang yang pertama kali melakukan penelitian serta meletakkan dasar-dasar ilmu pegetahuan manajemen, memperkembangkannya, menyusunnya secara sistematis, universal, sehingga dapat dipelajari dan diajarkan.

 

Para perintis ilmu manajemen, adalah : Prederick Wislow Taylor, Henry Fayol, Babbage, dan Alexei Stakhanov. Akan tetapi yang sangat terkenal yaitu : F.W Taylor dan Henry Fayol.

Untuk lebih jelasnya tentang kedua tokoh tersebut, akan dijelaskan pada bahasan berikut ini :

 

  • PREDERICK WISLOW TAYLOR

 

F.W Taylor (1856 - 1915), seorang sarjana Teknik, yang berkebangsaan Amerika Serikat, yang memimpin perusahaan yang bernama : Bethlehem Steel Company. Dikenal sebagai : Bapak Scientific Manajemen (Manajemen Berdasarkan Ilmu). Karena dia merupakan orang pertama yang mengemukakan ide-ide serta menetapkan dasar-dasar ilmu pengetahuan manajemen.

Dia melakukan penelitian terhadap gerakan dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan suatu pekerjaan. Penelitian disebut : Time and Moton Study. Dimana isi penelitiannya memusatkan perhatian pada : Efisiensi kerja manusia dan mesin-mesin, dengan jalan meneliti gerakan-gerakan yang diperlukan untuk memproduksi barang. Hasil penelitiannya dapat meningkatkan pemanfaatan SDM dan sumber-sumber lainnya, sehingga perbandingan antara masukan dan keluaran semakin besar.

 

Pada tahun 1911, F.W Taylor menerbitkan bukunya yang pertama berjudul : "The Principles Of Scientific Management", yang mengemukakan hal-hal sebagai berikut :

  1. Kerugian besar yang dialami Amerika Serikat pada masanya disebabkan karena kurangnya efisiensi disemua bidang kegiatan sehari-hari.
  2. Untuk mengatasi In-Efisiensi adalah pada penerapan manajemen yang baik serta sistematis, bukan dengan mencari orang-orang yang istimewa dan luar biasa.
  3. Usaha untuk menghubungkan serta mempersatukan metode kerja yang terbaik dan para pekerja yang terpilih dan terlatih.
  4. Kerja sama yang harmonis antara Manajer dan Non Manajer disertai pembagian kerja yang jelas.

 

Manurut Harold Koontz dan Civyl O" Donnel, bahwa F.W Taylor telah berhasil mengemukakan beberapa segi baru dalam manajemen.

  1. Metode lama Rule Of Thumb (Turut Perintah) menjadi usang.
  2. Setiap unsur pekerjaan ditentukan dengan cara ilmiah.
  3. Perlu diadakan pelatihan-pelatihan serta seleksi pekerja yang didasarkan pada ilmu pengetahuan.
  4. Kerja sama antara Manajer dan pekerja perlu dibina dengan baik.
  5. Pembagian wewenang, Tanggung jawab dan Pertanggung jawaban antara Manajer dan pekerja mutlak diperlukan.

 

  • HENRY FAYOL

 

Henry Fayol (1841-1925) Berkebangsaan Prancis, sebagai insinyur pertambangan. Dia merupakan salah seorang perintis Scientific Manajemen, yang menerbitkan bukunya berjudul : "General and Industrial Management".

Dalam bukunya Henry Fayol mengemukakan beberapa asas yang praktis dan sederhana, dan mengembangkan pandangan-pandangan tentang Manajemen sebagai suatu hal yang terdiri dari fungsi-fungsi : Planning, Organizing, Comanding and Controlling (P.O.C3).

 

Henry Fayol menemukan bahwa kegiatan-kegiatan dalam usaha industri dibagi 6 bagian, yaitu :

  1. Teknis (Produksi).
  2. Komersil (Pembelian, Pertukaran, dan Penjual).
  3. Finansial : Mencari modal dan pemanfaatannya.
  4. Keamanan : Perlindungan terhadap hak milik dan kesehatan orang lain.
  5. Pembukuan dan Statistik.
  6. Manajemen, meliputi : Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan dan Pengendalian.

Fayol mengatakan bahwa keenam kegiatan diatas terdapat dalam semua perusahaan, baik perusahaan kecil maupun perusahaan besar.

 

Dalam buku karangan Henry Fayol, nampak bahwa sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang manajer, adalah :

  1. Jasmani : sehat, giat dan tangkas.
  2. Mental : kesanggupan memahami dan belajar, kesanggupan menilai, ketangkasan pikiran dan kesanggupan menyesuaikan diri.
  3. Moral : Tegas, Bertanggung jawab, Inisiatif, Setia, Bijaksana, dan Berkepribadian.
  4. Erudisi : Yaitu latar belakang pendidikan yang luas, baik pengetahuan umum maupun pengetahuan khusus yang sesuai dengan fungsinya.
  5. Pengalaman : Terutama menyangkut berbagai bidang kegiatan yang seperti tersebut diatas.

 

Share


Article Posted By Hariadi

Seorang freelancer website and software developer, gemar dengan ilmu seputar IT serta penuh semangat untuk belajar.


0 Comment

No Comment


Leave a Comment ...